Uji Website dari Ponsel: Panduan Satu Tangan
Website biasanya dirancang dan disetujui di layar besar: laptop desainer, monitor kantor, proyektor saat presentasi. Padahal sebagian besar pengunjung membukanya dari ponsel, sering sambil berdiri, satu tangan, dengan sinyal yang naik-turun. Perbedaan kondisi ini menjelaskan mengapa website yang tampak rapi di rapat bisa terasa merepotkan di lapangan.
Berikut cara menguji website Anda dalam kondisi yang mendekati kenyataan.
Siapkan kondisi ujinya
Aturannya sederhana dan sengaja tidak nyaman:
- Pakai ponsel, bukan tampilan responsif di peramban komputer.
- Gunakan jaringan seluler, bukan Wi-Fi kantor.
- Pegang dengan satu tangan dan lakukan sambil berdiri.
- Jangan membuka halaman lewat tautan pintasan yang Anda hafal; mulailah dari pencarian atau dari media sosial seperti pengunjung biasa.
Catat semua momen ragu, salah tekan, dan menunggu. Itu bahan perbaikan yang paling berharga.
Yang perlu diperiksa
Tombol utama. Apakah tombol paling penting bisa ditekan dengan ibu jari tanpa mengubah posisi tangan? Tombol yang terlalu kecil atau berdempetan membuat pengunjung salah tekan, dan sebagian tidak mencoba lagi.
Keterbacaan teks. Apakah teks terbaca tanpa perlu diperbesar? Bila Anda otomatis melakukan cubit-zoom, ukuran huruf atau jarak barisnya perlu diperbaiki. Perhatikan juga kontras teks di atas gambar, yang sering hilang saat kena cahaya matahari.
Formulir. Formulir adalah tempat paling banyak orang berhenti. Periksa jumlah isiannya, jenis papan ketik yang muncul untuk kolom nomor dan email, serta apakah pesan kesalahan menjelaskan cara memperbaikinya. Setiap kolom tambahan perlu alasan. Bila sebuah data tidak pernah dipakai saat menindaklanjuti, kolomnya bisa dihapus.
Elemen yang menghalangi. Pop-up, banner cookie, dan widget obrolan yang muncul bersamaan bisa menutup hampir seluruh layar kecil. Di ponsel, batasi hanya satu yang muncul dan pastikan tombol tutupnya mudah dijangkau.
Halaman kontak. Nomor telepon sebaiknya bisa langsung ditekan, alamat bisa dibuka di aplikasi peta, dan tautan pesan langsung membuka percakapan. Detail kecil ini menghemat beberapa langkah bagi pengunjung yang sudah siap menghubungi.
Perbaikan yang biasanya paling terasa
Dari pengujian semacam ini, perbaikan yang sering muncul berulang:
- Memperbesar dan memberi jarak pada tombol utama.
- Memindahkan ajakan utama ke posisi yang terlihat tanpa menggulir jauh.
- Memangkas isian formulir menjadi hanya yang benar-benar dipakai.
- Menyederhanakan menu agar bisa dipindai dalam sekali lihat.
- Mengurangi elemen yang muncul otomatis di layar kecil.
Semuanya bisa dikerjakan tanpa mendesain ulang seluruh website.
Lakukan berkala, bukan sekali
Website berubah: ada halaman baru, kampanye baru, plugin baru. Karena itu uji ponsel sebaiknya jadi kebiasaan, misalnya sekali sebulan atau setiap kali ada perubahan besar. Gunakan skenario yang sama agar hasilnya bisa dibandingkan dari waktu ke waktu.
Bila memungkinkan, ajak satu orang di luar tim. Mereka tidak tahu jalan pintasnya, sehingga lebih cepat menemukan bagian yang membingungkan.
Menutup jarak antara rapat dan lapangan
Inti dari uji satu tangan bukan mencari kesalahan desainer, melainkan menutup jarak antara kondisi saat website disetujui dan kondisi saat website dipakai. Pengunjung tidak akan mengeluh; mereka hanya pergi.
Bila Anda ingin peninjauan tampilan mobile untuk website organisasi atau usaha Anda, hubungi kami lewat mustikane.com.
PT Mustikane Digital Indonesia · mustikane.com — Practical Technology For A Better Tomorrow